Power supply merupakan komponen komputer yang berperan sebagai pusatnya sumber daya listrik. Jadi semua listrik yang ada dalam sebuah komputer akan menggunakan daya listrik yang berasal dari perangkat ini. Oleh karena itu sudah semestinya kita mengetahui tips-tips membeli power supply sehingga mendapatkan power supply yang bagus dan berkualitas.
Jika anda hendak membeli power supply, perhatikan hal berikut ini:
Kapasitas Yang Besar
Minimnya pasokan listrik dari power supply dapat menjadikan sebuah komputer tidak dapat berjalan dengan normal. Komputer sering restart, sering nge-hang, bahkan mengalami kerusakan, ini semua bisa diakibatkan karena power supply yang dipakai kurang memiliki daya listrik. Pilihlah power supply dengan daya listrik minimal sebesar 450 Watt agar dapat memberikan pasokan listrik ke semua komponen komputer secara stabil dan sempurna.
Merek Yang Bagus dan Berkualitas
Ada beberapa macam merek power supply yang beredar di pasaran sehingga kita harus pintar dan jeli dalam memilih merek yang berkualitas. Perlu anda ketahui, jika anda membeli power supply 'murahan' maka daya listrik yang dikeluarkan tidak akan sama dengan spesifikasi yang sebenarnya. Misalnya anda membeli power supply dengan daya listrik sebesar 450 watt, maka ketika sedang dioperasikan, daya listrik yang dipakai adalah ± 350 - 400 watt. Berbeda jika anda menggunakan pewer supply yang berkualitas, daya listrik yang dikeluarkan (dipakai) akan sama dengan spesifikasi sebenarnya. Salah satu contoh merek yang sudah teruji kualitasnya adalah Simbadda dan Enlight
Memang jika kita membandingkan harga power supply yang bagus dan yang jelek maka akan cukup jauh perbedaannya, namun kita harus lebih mempertimbangkan terhadap keamanan dan harga komponen komputer itu sendiri yang tentunya memiliki prioritas dan harga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga sebuah power supply itu sendiri.
Menggunakan Teknologi 'PCI Express' Pada VGA Jenis AGP
VGA Card / Kartu grafis jenis PCI Express memiliki performa yang lebih unggul dari jenis AGP, diantaranya adalah kemampuan proses transfer data yang lebih tinggi dan bandwidth yang lebih besar. Ada satu tips agar kita bisa menggunakan teknologi PCI Express pada VGA Card / Kartu grafis yang masih menggunakan slot AGP sehingga dapat meningkatkan performa VGA Card / Kartu grafis itu sendiri.
Rialto adalah sebuah chip pada VGA Card / Kartu grafis jenis AGP yang berfungsi untuk mengonversi / merubah teknologi dari PCI express ke AGP. Jadi VGA Card / Kartu grafis jenis AGP mempunyai teknologi setara dengan jenis PCI Express. Produk VGA Card / Kartu grafis keluaran sekarang sudah banyak yang memiliki chip ini.
Para produsen VGA Card / Kartu grafis seperti nVidia dan ATI memang sengaja membuat chip Rialto ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang masih menggunakan VGA Card / Kartu grafis jenis AGP. Jadi jangan heran jika ada VGA Card / Kartu grafis jenis AGP tapi memiliki kualitas yang setara dengan VGA Card / Kartu grafis jenis PCI Express, bahkan ada yang mempunyai kualitas dan harga yang lebih tinggi.
Bagi anda yang ingin menggunakan teknologi PCI Express tapi motherboard anda masih menggunakan slot AGP maka pilihlah VGA Card / Kartu grafis jenis ini.
Mengetahui Teknologi 'Hypermemory' Atau 'Turbo Cache'
Jika kita sering melihat spesifikasi dari sebuah VGA Card / Kartu Grafis maka akan menemukan suatu istilah yang dinamakan Hypermemory (HM) atau Turbo Cache. Sebenarnya dengan mengetahui arti dari teknologi Hypermemory atau Turbo Cache maka kita dapat meningkatkan kualitas dari VGA Card / Kartu Grafis kita. Ini dapat dijadikan suatu trik bagi anda yang memiliki VGA Card / Kartu Grafis jenis ini.
Hypermemory (sering disingkat dengan istilah HM) atau Turbo Cache adalah suatu teknologi yang memungkinkan sebuah VGA Card / Kartu Grafis menambah kapasitas memorinya yang diambil dari memori / RAM utama pada sebuah komputer. Misalkan sebuah VGA Card / Kartu Grafis memiliki memori 256 Mb dan mendukung Hypermemory atau Turbo Cache hingga 512 Mb. Jika demikian maka kita dapat meningkatkan VGA Card / Kartu Grafis tersebut sehingga kapasitas memorinya mencapai 512 Mb. Memori standarnya 256 Mb sedangkan memori tambahannya (yang sebesar 256 Mb lagi) diambil dari memori / RAM utama. Dengan demikian maka secara otomatis memori / RAM utama akan berkurang kapasitasnya sesuai jumlah memori yang diambil oleh VGA Card / Kartu Grafis tadi.
Namun perlu diketahui kualitas sebuah VGA Card / Kartu Grafis yang menggunakan teknologi Hypermemory / Turbo Cache tidak akan sama dengan VGA Card / Kartu Grafis Asli. Maksudnya begini, jika sebuah VGA Card / Kartu Grafis memiliki kapasitas memori sebesar 512 Mb dengan memakai Hypermemory / Turbo cache maka kualitasnya akan dibawah VGA Card / Kartu Grafis yang memiliki kapasitas yang sama tanpa memakai Hypermemory / Turbo Cache.
Mengetahui Kerusakan Seputar Memori / RAM
Kita mungkin pernah mengalami komputer yang tidak mau bekerja, tidak bisa booting misalnya. Jika kita menyalakan komputer lantas tidak mau masuk Windows yang disertai suara beep panjang 1 kali, maka permasalahan ada di seputar memori. Melalui tips berikut ini kita akan mengetahui kerusakan seputar Memori / RAM.
Beep adalah suara yang keluar dari speaker internal (speaker dari dalam casing) ketika komputer dinyalakan.
Untuk mengatasi masalah memori ini lakukan langkah berikut:
* Setingan bios harus dalam keadaan default / standar, sebab bisa saja masalah ini muncul karena pengaturan bios yang terlalu membebani hardware. Untuk memastikannya, lakukan clear CMOS dengan cara mencabut baterai dari motherboard (bentuknya bulat tipis, seperti baterai jam), setelah kurang lebih 3 menit pasang kembali baterai tersebut.
* Periksa apakah memori telah dipasang dengan benar. Cabut memori dari soket-nya (tempat dudukan memori pada motherboard) lalu pasang kembali
* Jika tidak berhasil, perhatikan bagian memori yang berwarna keemasan (berada dibagian bawah memori). Bersihkan bagian tersebut dengan menggunakan karet penghapus untuk menghilangkan kotoran atau debu yang mungkin menempel. Jika sudah, pasang kembali memori ke motherboard.
* Jika memori masih tidak mau bekerja, pasang memori orang lain di komputer kita, punya teman misalnya. Jika ternyata dapat berjalan normal berarti memori kita sudah rusak, tapi jika tetap tidak berjalan dengan normal berarti permasalahan berada pada soket di motherboard. Bersihkan soket tersebut dengan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkan debu atau kotoran yang mungkin menempel. Setelah selesai pasang kembali memori.
* Jika masih tetap tidak berhasil, pasang memori pada soket yang lain, biasanya diletakkan bersebelahan. Jika tetap tidak bekerja juga berarti motherboard yang harus diservis / diganti. Ini disebabkan ada elemen / komponen yang membuat soket tidak dapat lagi digunakan. Hal ini sering terjadi pada motherboard yang sudah berumur.
Meningkatkan Performa Monitor
Monitor yang merupakan perangkat output komputer dapat kita atur agar memiliki performa yang tinggi. Ini bermanfa'at terutama bagi anda yang sering berada di depan komputer. Ada satu trik agar kita dapat meningkatkan performa monitor yakni melalui fasilitas Refresh Rate pada System Properties.
Refresh Rate memiliki fungsi untuk menampilkan banyaknya gambar yang muncul setiap detiknya. Jika nilainya semakin tinggi maka semakin baik, namun fasilitas Refresh Rate ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan monitor. Semakin bagus sebuah monitor maka semakin tinggi nilai Refresh Rate yang dapat dioperasikan.
Untuk mengatur Refresh Rate dapat dilakukan sebagai berikut:
* Klik kanan pada desktop lalu pilih Properties
* Klik tab Settings lalu klik tombol Advanced
* Pada kotak yang muncul klik tab Monitor
* Pada kotak Monitor settings ubah nilai pada Screen refresh rate menjadi yang lebih tinggi. Misalkan menjadi 75 Hertz atau 85 Hertz. Jika sudah klik OK.
Jika anda menggunakan monitor jenis CRT (tabung) maka nilai refresh rate yang dianjurkan adalah sebesar 75 Hertz atau lebih, namun apabila monitor anda mampu untuk menampilkan refresh rate dengan nilai yang tinggi maka anda dapat mengubahnya menjadi lebih tinggi lagi.
Tips Agar Monitor Nyaman Di Mata
Salah satu dampak negatif dari penggunaan monitor adalah radiasi dari monitor itu sendiri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, terutama mata. Pengaturan monitor yang kurang baik dapat menimbulkan penyakit seperti mengalami kelelahan mata yang berlebihan bahkan bisa berujung pada penyakit mata seperti rabun jauh misalnya. Ada beberapa tips agar monitor terasa nyaman di mata anda sehingga tidak akan berdampak negatif bagi kesehatan.
Anda bisa melakukan pengaturan-pengaturan berikut ini:
OSD (On Screen Display)
OSD (On Screen Display) adalah tombol-tombol pada monitor yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi monitor seperti tingkat kontras (Contrast), tingkat terang dan gelap (Brightness) dan sebagainya. Gunakanlah pengaturan OSD yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda terutama 2 pilihan utama tadi
Istirahatkan Mata Pada Jangka Waktu Tertentu
Jika anda berada dalam waktu yang lama di depan monitor, istirahatkanlah mata anda setiap 2 - 3 jam sekali selama 10 - 15 menit. Anda bisa pergi ke luar ruangan, arahkan mata ke tempat yang jauh. Ini sangat berperan untuk melenturkan kembali urat - urat mata sehingga dapat membuat mata anda segar kembali.
Atur Resolusi yang Tepat
Monitor keluaran terbaru dapat memberikan tingkat resolusi yang tinggi sekali sehingga tulisan-tulisan pada layar kelihatan sangat kecil. Namun jika anda merasa kesulitan (untuk baca misalnya), lebih baik anda menurukan resolusi layar sehingga kelihatan cocok dan nyaman menurut ukuran anda, misalkan menggunakan resolusi 1024 X 768 atau 1152 X 864 pixels
Refresh ratePenggunaan refresh rate yang tinggi dapat membuat mata anda merasa lebih nyaman.
Memperpanjang Umur Monitor Dengan Screensaver
Beragam cara dilakukan untuk merawat monitor, seperti tidak meletakkan monitor berdekatan dengan perangkat yang bisa memberikan efek magnetik (seperti Speaker). Cara lain untuk memperpanjang umur monitor adalah dengan penggunaan Screensaver. Kok bisa?, mungkin itu yang ada dalam benak fikiran kita.
Screensaver yang sering kita lihat sehari-hari biasanya digunakan sebagai hiasan karena biasanya screensaver menampilkan gambar-gambar animasi yang menarik dan enak dilihat. Tanpa kita sadari sebenarnya dengan adanya screensaver ini maka bisa membuat monitor menjadi lebih awet. Prinsipnya begini, “Jika komputer dalam keadaan nyala dan tidak dipakai dalam waktu yang lama maka harus ada gambar yang bergerak”. Mengapa demikian? Karena jika dilihat dari segi teori, elemen / partikel yang ada pada dinding layar membutuhkan gambar animasi (ada pergerakan gambar pada monitor) jika tidak dipakai dalam jangka yang lama.
Dengan demikian sebaiknya kita selalu mengaktifkan screensaver yang biasa diakses dari Display Properties (dengan melakukan klik kanan pada Desktop lalu pilih Properties. Pada kotak yang muncul pilih tab Screen Saver). Jika kita perhatikan, tidak ada screensaver yang menampilkan gambar diam, semuanya pasti berupa animasi. Dengan mengetahui tips ini maka selain digunakan sebagai hiasan desktop, dengan adanya screensaver ini maka monitor kita akan lebih awet dan tahan lama.
Meningkatkan Performa Mouse
Mouse merupakan perangkat yang cukup penting dan memegang peranan yang tinggi dalam komputer. Sepertinya ada yang kurang jika sebuah komputer tidak dilengkapi dengan mouse. Sebenarnya ada satu trik agar kita dapat meningkatkan performa mouse sehingga kinerjanya menjadi lebih baik, responsif dan optimal.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
* Buka Windows Explorer melalui klik kanan pada Start lalu pilih Explore
* Klik Control Panel yang berada dibawah. Pada jendela sebelah kanan klik Printers and Other Hardware, lalu klik Mouse
* Klik tab Hardware lalu klik tombol Properties * Klik tab Advanced Settings. Ubah angka Sample Rate menjadi 200. Jika sudah, tekan OK
* Jika ada konfirmasi restart klik Yes.Meningkatkan Performa Flashdisk
Hampir semua orang memakai flashdisk untuk melakukan transfer data. Lebih mobile dan kapasitas yang besar adalah salah satu alasannya. Ada suatu tips agar kita dapat meningkatkan performa flashdisk sehingga kinerjanya menjadi lebih optimal, efektif, stabil dan lebih awet tentunya.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
# Pasangkan Flashdisk ke komputer
# Klik kanan My Computer lalu pilih Properties
# Klik tab Hardware lalu klik tombol Device Manager
# Klik tanda [+] pada Disk drives kemudian klik kanan pada nama USB Flash Drive atw USB Flash Disk, lalu pilih Properties
# Klik tab Policies kemudian klik pilihan Optimize for performance. Jika sudah, tekan OK
# Restart Windows
Menonaktifkan Perangkat / Port USB
USB merupakan port koneksi yang sudah menjadi standard saat ini. Selain karena kecepatannya yang relatif tinggi, USB memiliki interkoneksi yang universal. Printer, flashdisk, kamera digital, card reader dan sebagainya, semuanya mayoritas menggunakan port USB. Apakah kita dapat menonaktifkan port USB pada komputer?
Tips berikut akan menjelaskan bagaimana kita bisa menonaktifkan perangkat / port USB. Pengaturan dilakukan melalui BIOS, yakni program yang merupakan bawaan dari produsen motherboard dan dijalankan under DOS yakni tampilan programnya tidak seperti aplikasi Windows. Biasanya program BIOS memiliki tampilan layar berwarna biru.
Untuk berpindah-pindah menu dalam program BIOS, gunakan tanda panah pada keyboard (biasanya berada dibawah tombol Page Down), sebab peranan mouse tidak akan berfungsi.
Jika kita ingin menonaktifkan perangkat / port USB pada komputer, ikuti langkah-langkah berikut:
* Nyalakan komputer (jika komputer sdh dlm keadaan menyala, restart saja)
* Pada saat komputer baru menyala, tekan tombol Delete atau F2. Ini tergantung dari settingan motherboardnya, tp biasanya tidak jauh dari kedua tombol tadi.* Akan muncul tampilan BIOS. Pilih menu INTEGRATED PERIPHERALS, lalu tekan Enter
* Carilah pilihan OnChip USB. Ubah piihan Enable menjadi Disable. Untuk merubahnya, gunakan tombol Page Up - Page Down atau tombol Enter. Jika sudah, tekan tombol Esc
* Pilih Pilihan SAVE & EXIT SETUP lalu tekan Enter
* Pada kotak yang muncul pilih tombol Y lalu Enter
Dengan langkah-langkah diatas tadi maka semua perangkat yang menggunakan koneksi / port USB akan dinonaktifkan. Kita bisa mengaktifkannya kembali dengan merubah pilihan Disable menjadi Enable.
Sebagai catatan, nama dan penempatan menu untuk menonaktifkan USB mungkin berbeda pada tiap BIOS, tergantung settingan dari produsennya. Namun anda bisa mencari pilihan yang kurang lebih sama seperti diatas tadi.
Perbedaan Antara DVD-Combo drive dg DVD-RW drive
Banyak masyarakat yang salah mengartikan antara DVD-Combo drive dengan DVD-RW drive. Mereka beranggapan bahwa fungsi dari kedua perangkat tersebut seolah-olah 'sama' padahal perbedaan antara DVD-Combo drive dengan DVD-RW drive cukuplah mendasar.
DVD-Combo drive adalah gabungan dari DVD-ROM drive dengan CD-RW drive, dengan kata lain perangkat yang dapat membaca kepingan CD dan DVD, dapat membackup data ke kepingan CD tapi 'tidak dapat' membackup data ke kepingan DVD.
Fungsi yang terakhir inilah yang membedakan dengan DVD-RW drive. DVD-RW drive bisa melakukan semua proses diatas, yakni mampu membaca kepingan CD & DVD, membackup data ke kepingan CD & DVD.
Menonaktifkan Drive CD-ROM / DVD-ROM
Karena suatu kebutuhan / alasan tertentu, mungkin kita ingin menonaktifkan fungsi drive CD-ROM / DVD ROM yang ada di komputer kita, seperti menghindari dari pemakaian oleh sembarang orang misalnya, dan sebagainya. Tips berikut ini akan menjelaskan bagaimana caranya kita dapat 'memberhentikan' fungsi dari drive CD-ROM / DVD ROM
Sebenarnya tips berikut ini tidak hanya tertuju pada drive CD-ROM / DVD-ROM saja, melainkan bisa juga untuk semua drive yang terpasang pada komputer, seperti CD-RW drive, DVD-RW drive dan sebagainya. Penulis sengaja menggunakan istilah CD-ROM / DVD-ROM karena kedua drive ini yang masih sangat umum digunakan oleh masyarakat.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
* Klik kanan pada My Computer lalu pilih Properties
* Pada kotak System Properties, klik tab Hardware lalu tekan tombol Device Manager
* Klik tanda plus [+] pada tulisan DVD/CD-ROM drives. Akan muncul nama-nama drive yang ada di computer kita
* Klik kanan pada drive yang ingin kita nonaktifkan, misalnya DVD-ROM Pioneer, maka klik kanan pada tulisan PIONEER DVD-ROM DVD-128P, kemudian pilih Disable. Pada kotak yang muncul, pilih Yes
* Tutup kotak System Properties tersebut
* Kita bisa melihat hasilnya langsung melalui Windows Explorer. Buka Windows Explorer melalui klik kanan pada menu Start lalu pilih Explore
* Nah nama drive yang kita nonaktifkan tadi akan menghilang. Meskipun ada orang yang memasukkan kepingan CD / DVD maka tetap tidak akan berfungsi.
Jika kita ingin mengaktifkannya kembali maka kita bisa merubah pilihan Disable tadi menjadi Enable.
Dengan demikian kita dapat lebih meningkatkan keamanan terhadap perangkat komputer kita agar tidak dapat dipakai sembarang orang. Hal ini akan sangat berguna pada komputer yang dipakai untuk orang banyak
Meningkatkan Performa CD-RW Atau DVD-RW Drive
Tips berikut ini akan menjelaskan bagaimana cara meningkatkan performa CD-RW atau DVD-RW drive yang memang memiliki peranan yang cukup tinggi dalam hal media storage (penyimpanan) alternatif, disamping kemampuannya untuk melakukan proses backup data-data penting yang anda miliki.
Lakukan hal-hal berikut agar CD-RW atau DVD-RW drive anda memiliki performa yang maksimal:
Bersihkan Optik
Optik sebagai 'jantung'nya sebuah barang elektronik memang sering menjadi pemicu utama terjadinya masalah. Bersihkan optik CD-RW atau DVD-RW dengan cairan khusus pembersih optik yang banyak tersedia di toko komputer
Khusus Untuk Membakar
Usahakan CD-RW atau DVD-RW drive anda hanya digunakan untuk melakukan proses burning saja, hal ini sangat berpengaruh untuk performa yang dihasilkan. Perlu diketahui, jika anda sering menggunakan CD-RW atau DVD-RW drive untuk proses baca, apalagi untuk membaca kepingan bajakan (seperti untuk menonoton film bajakan), hal tersebut dapat menurunkan kualitas optik dari CD-RW atau DVD-RW itu sendiri sehingga lama-kelamaan menjadi lemah
Pisahkan Kabel Data Dari Hardisk
Gunakan kabel data secara terpisah dari hardisk anda. Jika anda hanya memakai 1 kabel data yang berarti menggabungkan kabel data hardisk dengan CD-RW atau DVD-RW drive, sebaiknya anda membeli kabel data lagi khusus untuk CD-RW atau DVD-RW drive.
Gunakan Kecepatan yang Tidak Terlalu Tinggi Saat Burning
Gunakan kecepatan yang rendah saat proses pembakaran (burning) meskipun CD-RW atau DVD-RW drive anda memiliki spesifikasi kecepatan yang tinggi, karena dengan kecepatan yang rendah dapat lebih menjamin keberhasilan dan keakuratan pada proses penyalinan data, misalkan menggunakan dengan kecepatan 32X atau 16X
Menggunakan Kepingan CD / DVD yang Berkualitas
Anda dapat menggunakan kepingan CD / DVD yang berkualitas untuk dapat meningkatkan performa CD-RW atau DVD-RW anda, misalkan menggunakan kepingan CD / DVD merek Verbatim, Mediatech dan sebagainya.
Upgrade Software pembakar
Menggunakan software pembakar yang terbaru (update) dapat meningkatkan performa CD-RW atau DVD-RW drive karena biasanya pada versi yang lebih baru menyediakan fitur-fitur dan kestabilan yang lebih tinggi. Misalkan anda menggunakan software pembakar Nero maka gunakanlah dengan versi terbaru yang dapat diperoleh dari toko CD program, dari internet dan sebagainya.
Setting BIOS
Sesuaikan pengaturan pada BIOS dengan kecepatan dari CD-RW atau DVD-RW drive itu sendiri. Gunakan setingan Transfer Mode yang sesuai.
Penyebab Utama Hardisk Menjadi Rusak
Bagi sebagian orang, data yang ada didalam hardisk memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan bisa lebih berharga daripada harga komputer itu sendiri. Dengan mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab utama hardisk menjadi rusak, kita dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan, kehilangan data yang sangat berharga misalnya.
Pada prinsipnya penyebab utama hardisk menjadi rusak ada 2 yakni:
1.Listrik
Jika di tempat anda sering mengalami gangguan listrik seperti tegangan listrik yang suka naik turun apalagi sering mati listrik, 'sangat disarankan' memakai UPS (Uninterruptible Power Supply). Alat ini mempunyai kemampuan untuk membuat cadangan listrik sehingga jika sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik (terutama mati listrik) maka komputer tidak langsung mati tapi ada jeda waktu. Dalam kondisi mati listrik, sebuah UPS biasanya dapat memberikan daya listrik ke komputer sekitar 15 menit. Waktu segitu bisa memberikan kesempatan ke kita untuk dapat mematikan komputer secara normal (melalui shutdown atau hibernate)
2.Panas dari hardisk itu sendiri
Hardisk bisa mengalami overheating atau panas yang berlebihan. Ini diakibatkan karena elemen / mesin dari hardisk itu sendiri. Disarankan memakai Cooler atau kipas pendingin hardisk. Harganya cukup murah (sekitar 10 – 15 rb). Akan lebih baik lagi jika dikasih Cooler / kipas tambahan pada casing sehingga perputaran udara didalam casing menjadi lebih teratur. Casing adalah kotak tempat menyimpan perangkat komputer seperti hardisk, motherboard, CD-ROM dsb.
Sebagai tambahan, jika hendak membeli komputer bekas, 'khusus' untuk hardisk lebih baik beli yang baru. Faktor usia juga bisa menjadi penyebab hardisk sering mengalami masalah (biasanya hardisk dapat berjalan optimal tanpa masalah dalam kurun waktu 5 tahun).
Menambah Kapasitas Memori / RAM Dengan Flashdisk
Kapasitas memori / RAM yang besar dapat meningkatkan performa komputer itu sendiri. Jika anda merasa kurang dengan kapasitas memori / RAM yang ada, anda bisa menambahkannya dari perangkat flashdisk. Kok bisa?. Virtual Memori, itulah jawabannya. Menambah kapasitas memori / RAM dengan flashdisk ini sering disebut dengan istilah Virtual Memori.
Virtual Memori merupakan 'memori tambahan' untuk mengantisipasi jika data yang ada pada memori / RAM utama sudah penuh.
Persyaratan yang harus ada adalah motherboard dan flashdisk harus sudah mendukung USB 2.0, jika masih menggunakan USB 1 maka hasil yang didapatkan kurang begitu kelihatan. Akan lebih maksimal lagi jika flashdisk yang anda gunakan sudah menggunakan fasilitas Ready Boost. Awalnya, Ready Boost merupakan fasilitas untuk Windows Vista, namun anda bisa melakukannya juga pada Windows XP (imitasi Ready Boost)
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
* Pasangkan flashdisk ke komputer
* Klik kanan pada My Computer lalu pilih Properties
* Klik tab Advanced, lalu klik tombol Settings pada kotak Performance
* Pada jendela yang muncul, klik tab Advanced lalu klik tombol Change pada kotak Virtual memory
* Pilih drive C, kemudian pilih No paging file. Jika sudah lanjutkan dengan mengklik tombol Set
* Pilih drive 'flashdisk' anda (misalkan drive F), biasanya diberi nama Removable disk jika anda belum memberi nama pada flashdisk tersebut. Setelah itu pilih System managed size dan dilanjutkan dengan mengklik tombol Set
* Perhatikan padakotak Total paging file size for All drives. Nilai Recommended nya jangan melebihi kapasitas flashdisk
* Klik OK lalu Restart komputer
Dengan tips ini maka anda bisa memaksimalkan performa komputer dengan memanfa'atkan perangkat flashdisk yang anda miliki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi yang mau bertanya silakan add comentya disini, thx...